DICIPTAKAN untuk KEKEKALAN

  • 18 Feb 2024

“Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:17)

Kehidupan ini bukan hanya yang ada sekarang. Kehidupan di bumi hanyalah gladi bersih sebelum pelaksanaan yang sesungguhnya. Anda akan menghabiskan waktu jauh lebih banyak sesudah kematian, yaitu di dalam kekekalan. Bumi adalah daerah persiapan, prasekolah, uji coba bagi kehidupan anda di kekekalan. Kehidupan saat ini adalah persiapan untuk menghadapi kehidupan berikutnya.

Alkitab berkata “Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.” Anda memiliki suatu naluri bawaan yang merindukan kekekalan. Masalahnya adalah sebagian orang beranggapan kematian selalu terasa tidak wajar dan tidak adil, alasannya karena mereka berkeinginan untuk menjalani hidup selamanya. Ketika kehidupan di bumi menawarkan banyak pilihan, kekekalan menawarkan hanya dua pilihan: surga atau neraka. Hubungan Anda dengan Allah di bumi akan menentukan hubungan anda dengan-Nya di dalam kekekalan. Apabila anda belajar untuk mengasihi dan mempercayai Yesus, anda akan diundang untuk menghabiskan kekekalan bersama Tuhan. Sebaliknya, jika anda menolak kasih, pengampunan, dan keselamatan Nya, anda akan menghabiskan kekekalan terpisah dari Allah selamanya.

Apabila anda sepenuhnya memahami bahwa kehidupan ini bukan sekedar yang ada sekarang, dan memahami bahwa kehidupan hanyalah persiapan untuk menghadapi kekekalan, anda akan menjalani hidup yang berbeda. Anda akan mulai hidup dalam terang kekekalan, dan itu akan mewarnai cara anda menjalani semua hubungan, tugas, dan keadaan. Tiba-tiba banyak kegiatan, sasaran dan bahkan masalah yang tampak begitu penting akan kelihatan tidak penting, kecil, dan tidak layak mendapatkan perhatian anda.

Ketika anda hidup dengan mempertimbangkan kekekalan, nilai-nilai anda berubah. Anda menggunakan waktu dan uang secara lebih bijak. Prioritas hidup akan ditata ulang dimana anda akan menghargai lebih tinggi pada hubungan dan karakter daripada kepopuleran, kekayaan, prestasi atau bahkan kesenangan (Filipi 3:8).

Allah memiliki suatu tujuan bagi kehidupan anda di dunia, rencana-Nya jauh lebih banyak daripada waktu yang akan anda habiskan di dunia. Allah memberi anda suatu kesempatan yang melebihi umur hidup anda. Satu-satunya waktu dimana sebagian besar orang berpikir tentang kekekalan adalah pada saat menghadiri pemakaman. Barangkali ini terasa tidak wajar ketika orang memikirkan kematian, tetapi sebenarnya tidak sehat kalau orang hidup menolak adanya kematian yang tidak mungkin dielakkan.

Sama seperti Sembilan bulan yang dihabiskan di dalam rahim ibu, kehidupan ini merupakan persiapan untuk menghadapi kehidupan berikutnya. Jika anda memiliki suatu hubungan dengan Allah melalui Yesus, anda tidak perlu takut akan kematian. Itulah pintu menuju kekekalan. Kematian akan menjadi jam terakhir dari waktu anda di bumi, tetapi bukan akhir dari diri anda. Kematian justru merupakan hari kelahiran anda dalam kehidupan kekal. Alkitab berkata, “Sebab dunia ini bukanlah tempat tinggal kita; dengan penuh pengharapan kita menantikan tempat tinggal kita yang kekal di surga. ”Dibandingkan dengan kekekalan, waktu kita di bumi hanyalah sekejap mata. Tindakan kita dalam kehidupan ini menentukan nasib dalam kehidupan berikutnya. Oleh karena itu, akan lebih bijak untuk hidup setiap hari seolah-olah hari ini adalah hari terakhir kehidupan anda.