IMAN dan PERBUATAN

  • 10 Mar 2024
  • Fulfilling God's Purpose

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Efesus 2:10

 

Iman Kristen yang benar harus terlihat dalam perbuatan yang benar perbuatan kebenaran, keadilan, kemurahan. Jika iman tidak menghasilkan perbuatan yang benar, iman itu mati. Sedangkan perbuatan tanpa disertai iman adalah mati. Mana yang lebih penting, iman atau perbuatan, tidak diragukan lagi bahwa bagi orang yang belum selamat yang didahulukan adalah iman. Bagi orang yang telah diselamatkan, perbuatan yang diutamakan. Seseorang haruslah memiliki iman untuk memperoleh keselamatan, sebab tanpa iman tidaklah mungkin untuk menyenangkan Allah (Ibrani 11:6). Bagi orang yang mempunyai iman, Alkitab berkata bahwa kita diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan yang baik (Efesus 2:10). Iman dan perbuatan benar-benar berjalan beriringan. Orang diselamatkan oleh iman dan iman menghasilkan perbuatan baik. Oleh sebab itu iman sejati kepada Tuhan selalu terungkap dalam perbuatan baik.

Ketika Yohanes Pembaptis berada di penjara dan Yesus sedang mengajar, Yohanes hampir kehilangan imannya. Maka dia mengutus beberapa muridnya kepada Yesus untuk bertanya apakahYesus, Dia yang akan datang itu. Yohanes ingin Yesus menyatakan diri-Nya yang asli. Yesus harus menguatkan iman Yohanes. Yesus tidak menyuruh murid-murid itu kembali kepada Yohanes dan berkata, “Ya, percaya saja.”Yesus berkata, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik (Matius 11:4,5). Perbuatan-Nya menyatakan keadaan diri-Nya yang asli dan hal ini memulihkan iman Yohanes.

Gideon merupakan contoh yang baik tentang bertindak berdasarkan iman. Gideon menguji Tuhan sampai dia menyadari bahwa Tuhan sungguh sungguh memanggil dia. Tetapi setelah ia melakukan hal itu, ia menaruh imannya pada tentaranya. Allah berkata, "Aku tidak ingin engkau menaruh imanmu pada tentara. Aku ingin engkau menaruh imanmu pada-Ku. Aku ingin engkau mengerti bahwa kita bisa memenangkan perang dengan sedikit orang dan dengan kehadiran-Ku. Maka mereka akan mengetahui bahwa peperangan ini milik Tuhan.” Allah bekerja dengan cara Ajaib ketika Gideon dan tentaranya taat menyalakan suluh, mengelilingi kemah, memecahkan buyung yang berisi suluh itu seperti yang diperintahkan Allah. Dengan demikian itu merupakan kemenangan Allah, bukan kemenangan Gideon.

Yosua merupakan contoh tentang perbuatan iman. la adalah orang beriman yang mau percaya bahwa ia dan umat Israel bisa berjalan mengelilingi Kota Yeriko selama tujuh hari, dan pada hari yang ketujuh, meniupkan sangkakala dan berteriak, lalu tembok itu akan roboh. la dapat hanya duduk duduk saja dengan percaya bahwa Allah bisa melakukannya. Tetapi dia dan segenap tentara Israel melibatkan diri dalam perbuatan yang didasarkan pada iman dan Allah memberikan kemenangan. Dengan demikian iman tanpa perbuatan, iman tanpa tindakan kasih dan kemurahan, adalah sama sekali bukan iman. Itulah kelemahannya kalau orang hanya menanggapi Yesus Kristus berdasarkan akal. Kita perlu bersedia menggunakan iman kita dan mempercayakan berbagai risiko dan kebutuhan hidup kepada Tuhan. Bila kita bersedia memakai kepercayaan kita kepada Allah untuk bekerja bagi-Nya dalam dunia yang tanpa harapan ini, maka kita sedang menunjukkan iman yang hidup dan yang sejati.