Hanya Oleh Anugerah

  • GSJA Nasional
  • Kasih
  • 01 Feb 2016

”Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).

Dalam olahraga lompat tinggi, atlet yang berhasil melompat setinggi 6 meter dapat merasa lebih baik daripada mereka yang hanya bisa melompat setinggi 5 meter. Namun, betapa bodoh kalau ia lalu berpikir ia lebih mampu untuk melompat ke bulan daripada orang lain! Namun, bagaimana kalau diadakan lomba melompat ke bulan tanpa menggunakan alat? Ada yang lebih baik daripada orang lain? Tidak ada!

Dalam hal dosa, kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain seperti dalam olahraga lompat tinggi. Kita menggunakan standar penilaian kurva normal. “Orang kudus” dan “orang jahat” itu sama-sama minoritas, mayoritas adalah “orang baik-baik”-dan kita merasa aman tergolong dalam mayoritas itu.

Sungguh keliru! Alkitab menyatakan semua orang sudah berdosa (ayat 23). Tolak ukurnya bukan taraf kebaikan kita masing-masing-manusia tidak sedang bertanding lompat tinggi dengan sesamanya. Standarnya adalah kemuliaan Allah Yang Mahakudus dan Sempurna-itu seperti lomba melompat ke bulan!  Di hadapan standar ini, tidak ada satu orang pun yang memenuhi syarat. Semuanya gagal. Hanya oleh anugerah Allah-”pesawat ruang angkasa rohani”, kita mampu mengatasi gravitasi dosa dan terbang ke bulan.

Gereja Ortodoks menggambarkannya sebagai perpaduan antara dukacita dan sukacita. Kita berdukacita dengan berintrospeksi dan bertobat, merendahkan diri di hadapan Allah, menyadari keberdosaan dan keterbatasan kita. Selanjutnya kita mengucap syukur dan bersukacita karena anugerah yang telah disediakan-Nya melalui karya penebusan Kristus.

“Kita berdosa bukan karena kita telah berbuat dosa tetapi kita berbuat dosa karena kita orang berdosa”
(R.C. Sproul)

(gsja.org)