Kemuliaan Dan Ketaatan

  • GSJA Eben Haezer
  • 15 Mar 2019
  • Like Jesus

Yosua 22-23.

Sehebat apa pun seorang pemimpin, ia tidak dapat bertahan selamanya, meskipun tentu saja apa yang telah ia lakukan akan selalu diingat. Seperti pendahulunya, Musa, Yosua memberikan pidato perpisahan, pertama-tama kepada para pemimpin bangsa itu dan kemudian kepada umat Israel secara keseluruhan. Yosua membesarkan Tuhan, bukan dirinya sendiri. Tak seorang pun akan mempertanyakan kecakapan Yosua sebagai seorang pemimpin yang berbakat dan seorang jenderal yang besar, tetapi ia memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Yosua menantang bagnsa itu untuk terus mempercayai Tuhan dan menduduki tanah milik pusaka mereka sampai tuntas. Di dalam kitab Hakim-Hakim, Anda akan menemukan betapa ketaatan Isreal yang tidak tuntas itu menyebabkan hidup yang berkompromi dengan dosa dan dihukum keras oleh Tuhan. Yosua sudah memperingatkan mereka, tetapi mereka melupakan kata-katanya. Kemenangan berubah menjadi Tragegi. Jika Anda adalah seorang pemimpin atau pembimbing Anda harus menekan secara intens kepada murid Anda mengenai hal diatas.